Wednesday, June 2, 2010

There Will Be Blood

Sebelum saya mereview film yang sangat nikmat ini, saya mau mengungkapkan rasa kekesalan,penyesalan dan rasa bersalah saya yang teramat dalam dimana seorang moviegers sejati dengan teganya menyewa There Will Be Blood yang bajakan. Bayangkan saja, ini masih menyewa, bukannya mangkir dan membeli di warung warung pinggir jalan.Mengapa sih film tidak mendapatkan tempat yang nyaman dan tanpa masalah layaknya novel dan majalah yang bebas dari pembajakan. Dan mengapa belum ada formulasi yang mutakhir untuk urusan yang satu ini? Terkadang saya meringis,dengki dan mencaci maki melihat film film yang saya sukai dibajak dan diperjual belikan , belum lagi yang tersedia dalam paket collection. Ya sudah, sayapun bukan berarti tidak pernah nonton dvd bajakan, ya kalau ada alasan yang mendasar seperti sudah kebelet pengen nonton, dan tidak sampai ketahap mengedarkan dan menjualnya yang jelas pelanggaran hak cipta. Ini Indonesia Bung..! Negara yang amat prima dalam urusan ini. Arsip negara aja udah bisa kebobolan. Contohnya aja naskah UN. Idiih.., pinter banget kan?

Sungguh sebagai budak sinema (lebay..) saya bagai ditampar dan diaduk aduk oleh perasaan dan hati kecil saya yang selama ini selalu saya tempatkan dan pergunakan dalam menilik refleksi kehidupan didalam film tersebut. Entahnya itu penuh tawaan, memori kehidupan dan macam lainnya.
Ternyata There Will Be Blood bahkan sanggup menjaring urat nadi saya.

Betapa tidak, logam keegoan dan kesombongan yang tertanam dalam diri semua orang termasuk didalam diri saya seakan akan ditusuk ngak karuan oleh alur cerita yang sangat ferocious,memancarkan wahyu dan hendak melumatku dalam sebuah dentang kehidupan yang sangar dan mencekam.

There will Be Blood adalah sebuah film yang sangat utuh dan sangat buas.It's breathing, mengendus endus naluri dan skema skema kehitaman yang disajikan reveals,excites,disturbing dan provokes yang dipadukan dengan score musik yang kelam,thrilling dan eksperimental ( ya..menurut telingaku).


There Will Be Blood menceritakan seorang Daniel Plainview (Lewis) yang pada awalnya bekerja sebagai penambang emas yang melawat kearah barat mencari minyak bersama anak angkatnya H.W.
Anda tidak akan pernah melupakan resonansi watak Daniel Plainview yang bebal dan tamak dan mungkin hanya bisa dimainkan oleh satu satunya aktor watak terbaik sejagat raya Daniel D Lewis.

Lantas dia menemukan ladang minyak tak bertuan, ia akhirnya mengambil alih kepemilikan tanah tersebut dengan menyakinkan kepada warga dan oposisi agama disana.Semua warga menjual tanahnya kepada Plainview, kecuali Brandy. Ia harus meminta izin kepada Brandy untuk mendapatkan persetujuan dirinya agar dapat menanamkan pipa melewati areal tanahnya.

Eli Sunday (Paul Dano), salah satu penduduk dan pendeta setempat menyarankan Daniel agar mengadakan pemberkatan sebelum diadakan pengeboran. Tapi Daniel yang bebal tidak mengindahkan saran tersebut. Alhasil, muncullah kejadian kejadian yang sangat tidak diharapkan.

"akan ada darah yang tertumpah..."

ya..,korban mulai berjatuhan dan anaknya yang mengalami kecelakaan disaat sumur meledak mengalami disfungsi telinga alias tuli. Tapi Lewis tetap mempertahankan anaknya tersebut walau sempat ia buang kepada orang lain.

Daniel kini menjadi orang sukses, anaknya menikah dengan adiknya Eli Sunday. Eli pun baru saja selesai dari misinya dalam menyebarkan kotbah. Eli meminta pertolongan kepada Plainview dan mengatakan bahwa tanah Brandy dapat dipakai untuk pengeboran. Tapi Plainview telah mengerjakannya dan menyuruh Eli Sunday untuk mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa dia Adaalah Nabi Palsu dan mengakui bahwa Tuhan hanyalah khayalan.

Di scene terakhir adu akting antara Paul Dano dan Daniel Day Lewis amat memikat. Masih teringat bagaimana Plainview mengatakan "I Drink Your Milkshake" dengan sangat menyeramkan menjadikan Quote ini adalah yang paling mencengangkan selama satu dekade.Paul Dano yang kita kenal nyaris tak pernah ngomong sebagai Dwayne di Little Miss Sunshine, berbeda jauh sebagai karakter Eli yang mulutnya macam "ember".

Film yang diadaptasi dari novel Upton Sinclair berjudul OIL! adalah sebuah karya yang sangat cemerlang. Bahkan kalau dikatakan dalam bahasa matematikanya "limit x menuju 100".

Inilah Masterpiece yang sesungguhnya yang melampaui batas keinginan saya.

Dan percaya atau tidak, film ini akan sulit tergoyahkan dipuncak teratas pengakuan film film terbaik satu dekade.

Score: 4.5/5